jual sofa kulit asli

Beda Pesantren Al-Ma'soem Dan Pesantren Gontor

Pesantren di Indonesia memiliki nilai historis yang sangat besar, terutama saat masa perjuanga kemerdekaan, banyak santri dari berbagai pesantren berjuang bersama warga masyarakat untuk berjuang bersama-sama mewujudkan Indonesia merdeka. Hal ini merupakan fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri. Pada perkembangan selanjutnya, setelah masa-masa kemerdekaan pesantren kembali ke menjadi tempat pendidikan santri menimba ilmu agama Islam. 

Beda Pesantren Al-Ma'soem Dan Pesantren Gontor

Pesantren modern bertujuan untuk melepaskan predikat kampungan, kumuh dan gaptek dari lingkungan pesantren di Indonesia

Pesantren modern muncul beberapa tahun kemudian dengan maksud mengantisipasi perkembangan zaman agar pesantren tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman yang begitu cepat, sehingga pesantren harus berbenah memperbaik segala sistem yang selama ini berjalan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi pesantren. 

Beda Pesantren Al-Ma'soem Dan Pesantren Gontor

Pesantern Gontor merupakan salah satu pesantren modern yang terkenal di Indonesia, dengan sejarah panjang dan banyaknya santri yang telah lulus dari pesantren tersebut, Gontor menjadi salah satu barometer pesantren di Indonesia. Dengan usia menginjak 90 tahun, sudah sangat pantas kalau pesantren modern Gontor dianggap sebagai salah satu pesantren tertua dan terbesar di Indonesia.  

Pesantren Gontor juga disebut Pondok Modern Gontor, terletak di kabupaten Ponorogo Jawa Timur dengan nama saat ini: Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan sejak tahun 1926. Pondok Modern Darussalam Gontor adalah perubahan dari pesantren Gontor lama yang telah berdiri beberapa tahun sebelumnya.

Di Jawa Barat teradapat Pesantren Al-Ma'soem yang merupakan pesantren modern yang berdiri sejak Juli 2001. Pesantren Al Ma’soem menerima santri angkatan pertama berjumlah 49 orang tingkat SMA dengan 14  kamar yang sudah dilengkapi kamar mandi di dalam. Akan tetapi, saat itu santri masih melayani sendiri dalam hal makan dan londry. Adapun pelajaran kepesantrenan saat itu murni menggunakan kitab kuning

Tahun 2007 yayasan memutuskan untuk menerima santri hanya siswa SMP – SMA Al Ma’soem saja, karena ternyata animo masyarakat semakin baik. Pada tahun 2009 Pesantren Al Ma’soem memantapkan dirinya menjadi sebuah pesantren yang tidak identik dengan kumuh, keras, kampungan, gaptek.

Dari sedikit paparan di atas beda Pesantren Al-Ma'soem Dan Pesantren Gontor tidak terlalu banyak, inti dari pendirian kedua pesantren sama-sama ingin membangun ummat Islam di Indonesia dengan memberikan pendidikan yang lebih modern bagi para santri.